Kisahnya
Patrick orang Britania, dibawa ke Irlandia sebagai budak pada usia enam belas, melarikan diri, lalu kembali sebagai misionaris. Daun semanggi melekat padanya karena kisah bahwa ia memakai tiga helai daunnya untuk menjelaskan Tritunggal.
Pawainya adalah temuan Amerika — yang pertama digelar prajurit Irlandia di New York dan Boston pada abad kedelapan belas — lalu diekspor kembali ke Irlandia, tempat festival Dublin kini berlangsung lima hari.
