Kisahnya
Lampionnya yang jadi inti, dan alasannya diceritakan bermacam-macam: seorang kaisar Han yang menghormati Buddha, sebuah perayaan Tao tentang asal yang atas, atau sebuah desa yang menerangi seluruh lembah agar Kaisar Giok mengiranya sudah terbakar dan mengampuninya. Ketiganya sudah lama dipercaya sekaligus.
Teka-teki dituliskan pada lampion untuk ditebak siapa pun yang berhenti. Menebak satu dengan benar berbuah hadiah kecil dan hak untuk menceritakannya.
Selama berabad-abad inilah satu-satunya malam ketika perempuan yang belum menikah boleh keluar setelah gelap, yang menjadikannya malam kasih sayang Tiongkok yang lebih tua — yang kini dibagi dengan Qīxī.
