Kisahnya
Hari ini berasal dari gerakan perempuan sosialis: sebuah Hari Perempuan di New York pada 1909, usulan hari internasional oleh Clara Zetkin di Kopenhagen pada 1910, dan yang pertama pada 19 Maret 1911 di Jerman, Austria, Denmark, dan Swiss. Tanggal 8 Maret ditetapkan oleh pemogokan buruh perempuan tekstil di Petrograd pada hari itu tahun 1917 (23 Februari menurut penanggalan Rusia), yang memulai Revolusi Februari.
Di Uni Soviet dan negara-negara penerusnya ia menjadi hari ketika setiap perempuan menerima bunga — ibu, istri, guru, dan rekan kerja; di Barat, Perserikatan Bangsa-Bangsa memberinya tema tiap tahun dan hari itu diperuntukkan bagi urusan yang belum tuntas: kesetaraan upah dan keterwakilan.
